
Suatu hari
aku akan berkata kepada jiwaku...
untuk, tetap disini
Untuk, tidak pergi dari sini
tempat dimana segalanya bermula padaku..
yang selamanya adalah :
"Milik Indonesia"
Misteri konflik angkatan darat masih menjadi kisah misterius sejarah Indonesia. Tepatnya pada bulan berdarah bagi bangsa Indonesia, Mei 1998. 5000 gedung dilalap api, 600 orang tewas dan sebagian karena dipanggang. Presiden Soeharto sedang melakukan lawatan ke Kairo, Mesir. Wakil presiden, BJ Habibie kebingungan karena tiada personil ABRI yang mengamankan kerusuhan. Kocar-kacir para mahasiswa yang telah berhasil menduduki gedung parlemen hendak menggulingkan tahta sang seorang Panglima Besar kala itu. Soeharto tak kuasa lagi memeluk kekuasaanya sebagai presiden, terpaksa harus menyerahkan masa jabatan selama 32 tahun ke tangan wakilnya, Habibie.
Saat itu, bisa dikata, sistem pengamanan negara telah jebol...
Ditambah lagi, adanya isu kudeta yang dilakukan oleh Prabowo Subianto yang memobilisasi 11.000 pasukan Komando Cadangan Strategi Angkatan Darat (KOSTRAD) berhimpun di Jakarta. Wiranto sebagai Panglima TNI mengaku tidak mengetahui pergerakan yang diinstruksikan oleh Prabowo sebagai PANGKOSTRAD. Lantas saja, Habibie dengan tegas menugaskan kepada Wiranto untuk mencabut jabatan sebagai PANGKOSTRAD dari Prabowo. Prabowo naik pitam. Dikawal 12 orang dengan mengendarai 3 land rover,Prabowo menemui Habibie di Istana. Pada saat itu, pengaruh Prabowo sangat kental dalam militer Angkatan Darat, sehingga detik-detik pertemuan empat mata antara Prabowo dan Habibie, menyebabkan satuan pengaman kepresidenan di Istana mengangkat senjata ke arah istana, yang mengandung makna, siap gulingkan pemerintahan, alias kudeta.
Aksi adu mulut terjadi saat Habibie bertemu Prabowo yang tidak terima dirinya yang adalah notabene menantu Soeharto, dipecat---bahkan s
ebelum matahari terbenam. Ketegasan Habibie sebagai presiden yang menjabat kala itu sangatlah beralasan. Mengapa tidak, kerusuhan massal yang telah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia semakin terancam ketika pasukan KOSTRAD yang tidak lagi sejalan dengan dirinya. Bahkan dari itu, dalam buku habibie yang berjudul, detik-detik yang menentukan, mengatakan bahwa pasukan KOSTRAD dari luar Jakarta bergerak menuju Jakarta dan berkonsentrasi di kediamannya di Kuningan , demikian pula Istana Merdeka, menanti instruksi dari sang Letnan Jendral Prabowo Subianto.
2009 :
kini detik-detik yang menentukan bagi bangsa sedang menanti—Pemilihan legislatif dan Pilpres 2009. Prabowo, dengan segala catatan masa silamnya ataupun Wiranto yang dinilai terlalu stabil ketika menjabat sebagai Panglima TNI. Segala versi masa kini pun muncul, yang menyebutkan Prabowo sebagai bapat petani, nelayan serta rakyat kecil. Pedulikah beliau sesungguhnya?
Rakyat dan militer merupakan dua dunia yang berbeda namun memiliki kesamaan tugas, yakni kesungguhan. Dalam memimpin rakyat, perlu kesungguhan seperti saat berada dalam militer.
Pertiwi semakin senja, tetapi terus di bongkar. Harapan bagi Indonesia yang semakin baik masih ada disepanjang jalan, dengan mengharapkan pemimpin negara serta wakil rakyat yang transparan, mempunyai integritas, serta kredibilitas. Jika hal tersebut tercapai, dimana lagi tempat seindah Indonesia?


Lahan seluas 365 RIBU hektar -- tiga kali luas ibukota Jakarta-- hangus terbakar. Insiden yang memilukan ini sangat pahit bagi warga Australia. Lebih dari 200 warga tewas dan sedikitnya 1000 rumah ludes dilalap si jago merah. Belum lagi jumlah korban luka parah serta korban hilang.
Satu pekan sebelum terjadinya kebakaran hutan yang mengakibatkan victoria berubah menjadi Jelaga, suhu udara mencapai 47 derajat celcius. Suhu udara di australia memang terkenal ekstrem. Tak heran, setiap menyongsong musim panas, pemerintah Australia selalu mengirimkan paket ringan kepada warga yang bermukim di tengah atau di sekitar hutan.
Paket tersebut berisi himbauan mengenai: dilarang membangun rumah yang berdekatan dengan pohon, membersihkan sisa-sisa daun kering di atas atap rumah, keran air di halaman rumah harus berfungsi dan mudah diakses, dilarang menggelar pesta barbeque, serta dilarang menyalakan api ditempat terbuka bahkan di dalam rumah sendiri.
Himbauan ini dilakukan karena ancaman kebakaran yang sangat rawan terjadi akibat suhu udara yang juga sangat ekstrem. Ditambahnya lagi, hamparan pohon eukaliptus yang mengandung minyak yang memudahkan api cepat merambat.
Namun, peristiwa kebakaran besar sepanjang sejarah Australia tetap saja terjadi. Hal ini menyebabkan, PM Australia, Kevin Rud, membentuk tim khusus untuk menginvestigasi peristiwa yang disebutnya sebagai pembunuhan massal.
Pasalnya, suku Aborigin memang gemar membakar semak untuk berbagai tujuan: berburu, membuka jalan, berkomunikasi, atau semata-mata melakukan seremoni adat. Namun pihak yang tidak bertanggungjawab ini tentunya bukan lah suku Aborigin. Karena, jauh sebelumnya otoritas setempat sudah melarang keras terhadap kebiasaan yang dilakukan suku tersebut.
Muncul sejumlah Arsonist yang diduga berada di balik kebakaran dahsyat yang terjadi selama dua hari tersebut. Arsonist adalah orang yang dengan sengaja menyulut api karena sedang marah, atau ingin mencari perhatian dari orang-orang, atau hanya ingin dilihat sebagai jagoan. Namun pada dasarnya, para Arsonist ini tidak mempunyai motiv yang mendasar, karena awalnya hanya berniat untuk mencari sensasi yang berbuahkan petaka yang menewaskan lebih dari 200 jiwa. Para Arsonist ini hobinya adalah : Membakar! Pihak kepolisian Aus telah menangkap dua arsonist, namun belum ditetapkan sebagai tersangka.
Kevin Rudd berang! Namun dirinya berkata: " Saya katakan kepada seluruh negeri, dari seluruh komunitas, jika telah terbakar menajdi abu, jika telah hancur, dengarlah ini: bersama-sama kita akan membangun semua komunitas, bata demi bata".

that almost die of starvation and lack of health...
Can you hear the cries of the little ones?
that looking for mercy...
Perang teror yang digagas Presiden George W. Bush menjadi kontak fisik paling mahal sepanjang sejarah Amerika Serikat (AS). Hingga saat ini, Perang Irak dan Afghanistan yang mulai pecah pada 2001 itu sudah menelan biaya sekitar USD 904 miliar (sekitar Rp10.039 triliun). Diperkirakan, pada 2018, dananya akan membengkak hingga USD 1,7 triliun (sekitar Rp18.880 triliun).
Lain lagi di Zimbabwe, bukan perang teror yang terjadi, namun perang terhadap kolera dan kelaparan yang telah menjadi masalah sejak lebih dari satu dasawarsa lalu. Tampaknya relokasi dana perlu dipertimbangkan bagi Zimbabwean.
Ledakan bom dan granat saling serang antara tentara AS dan ekstrimis islam di Irak dan Afghanistan. Melihat pihak mana yang bertahan paling lama, yang akan keluar sebagai pemenang. Namun ironi terjadi di Zimbabwe, ledakan kolera bak amunisi yang membunuh sekitar 3.100 orang dan menginfeksi 58.993 zimbabweans.
Bukan hanya itu, ledakan kelaparan menghantui zimbabweans setiap detiknya...They are fighting of starvation...
Wabah kolera yang mematikan bagi mereka disebabkan oleh tidak tersedianya air bersih. Tidak ada air bersih artinya tidak ada, mereka bukan hanya kekurangan air bersih, tetapi sudah mencapai titik kritis, yakni, tidak tersedianya air bersih. Badan PBB, WHO telah berupaya untuk membangun saluran air bersih di beberapa daerah, namun hingga kini masih belum rampung.
I hope sumday i could go there...
feed them... get their head on my lap till' they so to sleep...